Logo Graphie
Blog Image

Belajar dari Kegagalan: Bagaimana Brand Besar Indonesia Sukses Menggunakan AI

31 Jan 2026 403

Setelah membahas berbagai kegagalan proyek AI di Indonesia, wajar jika muncul rasa skeptis. AI terlihat mahal, kompleks, dan sering kali tidak memberikan dampak nyata. Namun penting untuk ditegaskan satu hal: kegagalan AI bukanlah akhir cerita.

Justru sebaliknya. Di tengah banyaknya proyek yang berhenti di tengah jalan, sejumlah perusahaan besar dan brand di Indonesia telah membuktikan bahwa AI bisa berhasil—asal diterapkan dengan strategi yang tepat, konteks lokal yang kuat, dan fokus pada masalah bisnis yang nyata.

Artikel ini mengajak kita bergeser dari pesimisme ke perspektif yang lebih seimbang: AI memang tidak mudah, tapi sangat mungkin sukses. Berikut adalah contoh nyata bagaimana AI telah memberi dampak positif bagi perusahaan besar di Indonesia.


AI di Indonesia: Dari Eksperimen ke Dampak Nyata

Perusahaan yang berhasil menerapkan AI umumnya tidak memulai dari teknologi, melainkan dari kebutuhan. Mereka tidak bertanya “AI apa yang paling canggih?”, melainkan “di bagian mana AI benar-benar bisa membantu?”

Pendekatan inilah yang membedakan proyek AI yang sekadar hidup di presentasi, dengan AI yang benar-benar bekerja di lapangan.


#1. GoTo (Gojek & Tokopedia): AI yang Dibangun untuk Indonesia

GoTo menjadi salah satu contoh paling kuat keberhasilan AI di Indonesia melalui pengembangan Sahabat-AI, model bahasa besar (LLM) yang dirancang khusus untuk Bahasa Indonesia dan konteks lokal.

Alih-alih hanya mengadopsi AI global, GoTo memilih membangun AI yang memahami cara orang Indonesia berkomunikasi—termasuk variasi bahasa, gaya informal, dan kebutuhan lokal.

Use case utama:

  • Model bahasa untuk customer service

  • Fondasi AI bagi developer lokal

  • Dukungan riset, edukasi, dan aplikasi publik

Insight:
Keberhasilan Sahabat-AI menunjukkan bahwa lokalisasi bukan pelengkap, tapi kunci utama adopsi AI di Indonesia.


#2. Telkom Indonesia: AI sebagai Mesin Operasional dan Analitik

Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom memanfaatkan AI untuk mengelola kompleksitas data berskala besar. AI digunakan bukan hanya untuk otomasi, tetapi juga untuk membantu analisis, prediksi, dan efisiensi operasional.

Use case utama:

  • Analitik big data untuk operasional jaringan

  • AI untuk pemetaan regulasi dan dokumen kompleks

  • Optimalisasi layanan digital berbasis data

Telkom juga menggandeng mitra global untuk memperkuat kapabilitas AI, menunjukkan bahwa kolaborasi adalah bagian penting dari kesuksesan.

Insight:
AI berhasil ketika dijadikan bagian dari sistem kerja, bukan sekadar proyek tambahan.


#3. BRI: AI untuk Layanan Nasabah dan Inklusi Keuangan

Di sektor perbankan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) memanfaatkan AI melalui chatbot berbasis AI untuk memberikan layanan informasi yang cepat dan konsisten kepada nasabah.

Use case utama:

  • Chatbot layanan nasabah 24/7

  • Penyampaian informasi produk dan layanan keuangan

  • Meningkatkan akses informasi finansial secara luas

AI membantu BRI menjangkau lebih banyak nasabah tanpa menurunkan kualitas layanan.

Insight:
AI tidak selalu harus “revolusioner”—kadang cukup mempercepat dan mempermudah.


#4. AI di E-Commerce & Digital Platform

Platform e-commerce besar di Indonesia menggunakan AI untuk:

  • Rekomendasi produk

  • Personalisasi pengalaman pengguna

  • Deteksi penipuan

  • Optimasi logistik

Walaupun tidak selalu terlihat oleh pengguna, AI berperan besar dalam meningkatkan konversi, efisiensi, dan kepuasan pelanggan.

Insight:
Di sektor digital, AI bekerja paling efektif ketika tidak terasa rumit bagi pengguna.


#5. Startup AI Lokal: Nodeflux dan Computer Vision

Kesuksesan AI di Indonesia tidak hanya datang dari korporasi besar. Startup seperti Nodeflux membuktikan bahwa teknologi AI buatan Indonesia mampu bersaing secara global.

Use case utama:

  • Computer vision untuk smart city

  • Analisis lalu lintas dan keamanan publik

  • Pemrosesan video berbasis AI

Nodeflux menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya konsumen AI, tetapi juga produsen teknologi AI.


Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kisah Sukses Ini?

Dari berbagai contoh di atas, ada benang merah yang jelas:

  • AI yang berhasil selalu berangkat dari masalah nyata

  • Konteks lokal sangat menentukan keberhasilan

  • AI diposisikan sebagai alat bantu manusia, bukan pengganti

  • Implementasi dilakukan bertahap, bukan sekaligus

Dengan kata lain, AI sukses bukan soal siapa yang paling cepat mengadopsi, tapi siapa yang paling siap.


Penutup: Tidak Perlu Pesimis, Tapi Perlu Realistis

Membahas kegagalan AI memang penting, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Namun berhenti di sana hanya akan melahirkan pesimisme.

Fakta menunjukkan bahwa AI sudah berhasil diterapkan di Indonesia, oleh perusahaan besar dan startup lokal. Tantangannya bukan pada teknologinya, melainkan pada kesiapan strategi, data, dan manusia di baliknya.

AI bukan solusi instan. Tapi di tangan yang tepat, AI adalah keunggulan kompetitif nyata—dan Indonesia sudah mulai membuktikannya.